Hasmar lubis

Friday, 26 October 2012

IDUL ADHA 1433 H

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1433 H.TU KOUM/KAHANGGI SASUDENA
            Na malungun tu kampung mulak majolo siarah.

Monday, 14 May 2012

Inda pe ipamasuk manuk tu lobu

Hatiha ari ahat kehe mada hami marmayam tu aek si ayu on itopi tor si janggut don.kiro-kiro satonga pardalanan bahat dongan madung loja,ro maning si palit mangan kita jolo ning i a harana ia maroban indahan tungkus nang i pasiap sian bagas.ah........baru bincar dope mata ni ari madung mangontang mangan ko......ah ho peda.rap mondokon dongan i .borat do ....margonti hita ro mandokon si kotan i oban ia muse tar satonga jom mangontang mangan muse si kotan......asi mangan he .......lengenan ita pangan sannari harana isadun inda adong na lapang ning ia.....mangan ma hami.....rupona hara ni borat ni indahan tungkus i do halai mangontang mangan.hami lanjukon par dalanan sasakali mabuat sanduduk torus ipangan rap rata be ma bibir dohot dila.santak mahami tu ujung ni aek si ayu......ma molgang pisang doma hami margiri dongan i adong ning ia....na lupa angkon na mulak do harana songn judul nai do...??????????

Wednesday, 28 March 2012

Pemupukan kelapa sawit


JENIS PUPUK UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT

            Pupuk yang berkembang di Indonesia saat ini untuk tanaman perkebunan telah meliputi berbagai jenis. Pupuk tersebut telah tercatat di Ditjen Perkebunan dan sebagian telah digunakan untuk tanaman perkebunan (Lampiran 1). Jenis pupuk untuk tanaman kelapa sawit dapat dikelompokan ke dalam lima kelompok yaitu: pupuk tunggal; pupuk campuran; pupuk majemuk; pupuk lambat tersedia (tablet), dan pupuk organik. Pemilihan jenis pupuk oleh kebun disarankan agar hati-hati, hal ini mengingat telah banyak jenis pupuk yang beredar di pasaran dengan berbagai bentuk dan komposisi hara. Lampiran 2 menyajikan beberapa  contoh jenis pupuk dolomit dan rock phosphate (RP) di pasaran yang memiliki komposisi hara yang beragam dan beberapa tidak memenuhi Standar Nasional Industri (SNI).

4.1. Pupuk Tunggal

            Pupuk tunggal adalah kelompok pupuk yang hanya mengandung satu jenis hara utama. Pupuk tunggal yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hara N, P, K, Mg, dan Ca pada tanaman kelapa sawit dan telah direkomendasikan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) disajikan pada Tabel 7.1. Pupuk tunggal merupakan pupuk yang paling umum digunakan dalam pemupukan tanaman kelapa sawit, utamanya untuk tanaman menghasilkan. Biaya perunit hara dalam pupuk tunggal masih lebih rendah dibandingkan dengan jenis pupuk majemuk atau jenis pupuk lainnya. Akan tetapi biaya aplikasi pupuk tunggal menjadi lebih mahal, karena hanya satu jenis hara saja yang diaplikasikan pada setiap aplikasi pemupukan.
Pupuk nitrogen yang umum digunakan adalah urea, karena pupuk ini secara ekonomis lebih menguntungkan. Hal ini karena kandungan  hara nitrogen lebih tinggi pada urea, sedang harga per satuan beratnya sama.
Sumber pupuk P yang umum digunakan untuk tanaman kelapa sawit adalah rock phosphate (RP). Penggunaan RP dianggap lebih murah dibandingkan dengan pupuk superfosfat (SP 36) yang merupakan pupuk pabrik. Sumber hara K yang banyak digunakan

JENIS PUPUK UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT

            Pupuk yang berkembang di Indonesia saat ini untuk tanaman perkebunan telah meliputi berbagai jenis. Pupuk tersebut telah tercatat di Ditjen Perkebunan dan sebagian telah digunakan untuk tanaman perkebunan (Lampiran 1). Jenis pupuk untuk tanaman kelapa sawit dapat dikelompokan ke dalam lima kelompok yaitu: pupuk tunggal; pupuk campuran; pupuk majemuk; pupuk lambat tersedia (tablet), dan pupuk organik. Pemilihan jenis pupuk oleh kebun disarankan agar hati-hati, hal ini mengingat telah banyak jenis pupuk yang beredar di pasaran dengan berbagai bentuk dan komposisi hara. Lampiran 2 menyajikan beberapa  contoh jenis pupuk dolomit dan rock phosphate (RP) di pasaran yang memiliki komposisi hara yang beragam dan beberapa tidak memenuhi Standar Nasional Industri (SNI).

4.1. Pupuk Tunggal

            Pupuk tunggal adalah kelompok pupuk yang hanya mengandung satu jenis hara utama. Pupuk tunggal yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hara N, P, K, Mg, dan Ca pada tanaman kelapa sawit dan telah direkomendasikan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) disajikan pada Tabel 7.1. Pupuk tunggal merupakan pupuk yang paling umum digunakan dalam pemupukan tanaman kelapa sawit, utamanya untuk tanaman menghasilkan. Biaya perunit hara dalam pupuk tunggal masih lebih rendah dibandingkan dengan jenis pupuk majemuk atau jenis pupuk lainnya. Akan tetapi biaya aplikasi pupuk tunggal menjadi lebih mahal, karena hanya satu jenis hara saja yang diaplikasikan pada setiap aplikasi pemupukan.
Pupuk nitrogen yang umum digunakan adalah urea, karena pupuk ini secara ekonomis lebih menguntungkan. Hal ini karena kandungan  hara nitrogen lebih tinggi pada urea, sedang harga per satuan beratnya sama.
Sumber pupuk P yang umum digunakan untuk tanaman kelapa sawit adalah rock phosphate (RP). Penggunaan RP dianggap lebih murah dibandingkan dengan pupuk superfosfat (SP 36) yang merupakan pupuk pabrik. Sumber hara K yang banyak digunakan